Sumber: kaskus.us


date
comments




hampir semua pertandingan bola basket di dunia ber'kiblat' pada liga basket negeri Paman Sam sebagai trendsetternya..

tapi tahu gak sih, kalo gak semua pemain NBA badannya tinggi-gede-sangar-dan-juga-kekar..

ternyata ada juga pemain-pemain NBA yang pendek dan berprestasi... mungkin agan2 sekalian bakal kaget kalo ternyata ada yang jago nge-dunk...

here goes the countdown :

4. NATE ROBINSON

lahir di Seattle, Washington pada tanggal 31 Mei 1984..
tinggi badan sekarang 175 cm..

tahun 2005 awal karirnya, Nate Robinson sebenarnya dipilih Phoenix Suns sebelum akhirnya malah ditarik ke New York Knicks sampai saat ini.
Penampilannya yang paling menonjol adalah pada saat 2006 NBA AllStars-Sprite Rising Star, Nate Robinson memenangkan Kontes Dunk, dimana dia dapat nilai sempurna Dunk dengan cara melompat di atas Spud Webb (juara Dunk tahun 1986)

3. ANTHONY JEROME 'SPUD' WEBB


lahir di Dallas, Texas tanggal 13 Juli 1963..
tinggi badan : 170 cm

pemain veteran nih gan... awal masuk NBA tahun 1985 bermain untuk Detroit Pistons, puncak karir tahun 92-95 jadi pemain starter untuk Sacramento Kings, dan pada akhirnya gantung sepatu tahun 98 setelah bermain terakhir untuk Orlando Magic... tahun 1986 Spud Webb memenangkan AllStar Dunk Contest.. dan 20 tahun setelahnya, dia melatih Nate Robinson, yang pada akhirnya juga memenangkan Dunk Contest juga pada tahun itu...

2. EARL ANTOINE BOYKINS

lahir di Cleveland, Ohio tanggal 2 Juni 1976..
tinggi badan : 165 cm

awal karir tahun 98 di New Jersey,, mulai muncul di permukaan pada saat dia main buat Denver 2003-2007,, sekarang Earl Boykins udah pensiun setelah terakhir tahun 2008 maen buat Charlotte Hornets 
meskipun tingginya segitu tapi dia bisa angkat beban 'bench-press' sampe 143kg!! dada + lengannya kuat 

1. TYRONE "MUGSY" BOGUES


lahir tanggal 9 Januari 1965
tinggi badan : 160 cm

Pemain yang satu ini dapet julukan sebagai Pemain Terpendek NBA sepanjang masa...meskipun gitu, dia bisa ngeDUNK loh!! mantaps...
Mugsy Bogues mulai karir di Washington Bullets tahun 1987, dan berakhir Tahun 2001 di Toronto Raptors.. Mugsy melejit karirnya pada saat bermain buat Charlotte Hornets dimana dia terkenal pada saat ngeblok Patrick Ewing yang tingginya 214 cm. Setelah selesai dengan dunia NBA, dia melatih buat NBA versi cewe, alias WNBA buat tim Charlotte Stings..
Mugsy Bogues pernah juga maen film Space Jam, barengan ama Michael Jordan, selain dari film serinya Curb Your Enthusiasm, maen bareng Larry Davids dan Richard Lewis....

Sumber: kaskus.us


date
comments

http://jasadh.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg?w=272&h=297
SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**
Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.
Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.
Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.
Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.
Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.
Sumber: http://jasadh.wordpress.com/2009/11/25/apa-sampeyan-tahu-siapa-perancang-lambang-ri/


date
comments

History of the Coca Cola bottle
Sejarah Botol Coca Cola dari kiri ke kanan : 1899 – 1900 – 1915 – 1916 – 1957 – 1986


date
comments

Sering Kali ketika kita sedang Asyik Browsing dan Berinternet Ria muncul pesan Error yang tidak kita kehendaki. Sebenarnya Hal tersebut masih di kategorikan Wajar Karena di pengaruhi Oleh Beberapa Faktor....
READ MORE»

Polisi Selidiki Grup Bunuh Diri di Facebook

Sebanyak 208 orang berkomitmen bunuh diri pada 21 Desember dipicu nilai sekolah dan tekanan orangtua.Polisi Hongkong mencoba mengenali pembuat Facebook dengan bahasa China yang mengajak anggotanya untuk...
READ MORE»

Top 10 Bizarre Modern Paranormal Phenomena

Most of us are familiar with reports of the paranormal around us – whether we ourselves are believers or sceptics. Entities such as ghosts, and mysterious animals like Big Foot and Nessie, have always...
READ MORE»

Another 10 Incredibly Bizarre Deaths

10 Hypatia of Alexandria 415 AD Method of Death: Murdered by monks with shells Hypatia of Alexandria was a Greek scholar from Alexandria in Egypt, considered the first notable woman in mathematics,...
READ MORE»

Asal Usul Teka-Teki Silang

Saat suntuk, atau kadang ketika harus menunggu sesuatu, kita seringkali mudah merasa bosan. Karena itu, berbagai cara kita lakukan. Mulai dari main game yang ada di handphone, mengobrol, hingga mengisi...
READ MORE»

Terowongan Bawah Tanah yang Tidak di Ketahui di Dunia

Gambar ini menunjukkan sebuah lengkungan parabola menakjubkan. Megatron drain di bawah Sheffield, Inggris.gambar ini di ambil di London Relief Storm Sewer, dijuluki Labyrinth, benar-benar...
READ MORE»

Ilmuwan Benarkan Akan Terjadi Tsunami Matahari

Pesawat ruang angkasa STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) mengkonfirmasi gambar yang ditangkap kamera pada bulan Februari lalu ketika sunspot 11012 secara tiba-tiba meletup. Ledakan itu...
READ MORE»

10 Buah Sayuran dan Buah Terbesar di Dunia

Seandainya saja semua petani di Indonesia bisa membuat sayuran atau buah-buahan sebesar ini, mungkin tidak akan terjadi kelaparan, terutama pada daerah-daerah terpencil.Berikut ini kami sajikan 10 sayuran/...
READ MORE»

Keajaiban Makam dari Jaman China Kuno

Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok...
READ MORE»


date
comments

Kalo diperhatiin Presiden SBY mirip Nobisuke, bokapnya nobita yah...


date
comments
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "